Akidah akhlak

                               AKIDAH AKHLAK  

Adab Islami [ Berpakaian,Berhias,Bertamu & Menerima Tamu ]


Menghias Diri dengan Akhlak: Adab Berpakaian hingga Bertamu

Dalam ajaran Islam, akhlak tidak hanya mengatur hubungan hati antara hamba dengan Tuhannya, tetapi juga mengatur tata cara manusia berinteraksi dan membawa diri dalam kehidupan sosial. Bagi siswa kelas 12, memahami adab ini sangat penting sebagai bekal memasuki dunia dewasa yang penuh dengan interaksi sosial yang kompleks.

1. Adab Berhias dan Berpakaian

Berhias dan berpakaian bukan sekadar urusan estetika atau tren, melainkan bentuk syukur atas nikmat Allah dan identitas seorang Muslim.

Prinsip Utama Berpakaian:

  • Menutup Aurat: Ini adalah syarat mutlak. Bagi laki-laki dari pusar hingga lutut, dan bagi perempuan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

  • Sederhana dan Tidak Berlebihan:Hindari sikap israf (berlebih-lebihan) atau bertujuan untuk kesombongan (riyā’).

  • Sesuai Fitrat: Laki-laki dilarang menyerupai perempuan (seperti memakai sutra dan emas), begitu pula sebaliknya.

  • Bersih dan Rapi: Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah itu Indah dan menyukai keindahan.

Fungsi Berpakaian:

  1. Penutup Aurat: Melindungi kehormatan diri.

  2. Pelindung: Melindungi tubuh dari panas, dingin, dan bahaya fisik.

  3. Perhiasan: Menunjukkan martabat dan keindahan manusia sebagai makhluk mulia.


2. Adab Bertamu

Bertamu adalah sarana menyambung tali silaturahmi. Islam mengatur adab bertamu agar tidak mengganggu privasi orang lain.

  • Meminta Izin dan Mengucap Salam:Maksimal tiga kali. Jika tidak ada jawaban, maka hendaknya pulang.

  • Memilih Waktu yang Tepat: Hindari bertamu di waktu istirahat (seperti waktu tidur siang atau larut malam).

  • Menghadap ke Samping Pintu: Jangan berdiri tepat di depan pintu yang terbuka agar tidak melihat langsung ke dalam rumah sebelum diizinkan.

  • Menyebutkan Nama/Identitas: Jika ditanya "siapa?", jawablah dengan nama yang jelas, bukan sekadar menjawab "saya".

  • Menjaga Pandangan dan Sikap: Jangan lancang melihat-lihat seluruh penjuru ruangan atau membuka lemari tanpa izin.


3. Adab Menerima Tamu

Memuliakan tamu adalah bukti keimanan seseorang. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."

  • Menyambut dengan Ramah: Sambutlah dengan wajah berseri-seri dan perkataan yang baik.

  • Segera Menghidangkan Jamuan:Sediakan apa yang ada tanpa perlu memaksakan diri secara berlebihan, namun berikan yang terbaik yang dimiliki.

  • Menemani Tamu: Jangan meninggalkan tamu sendirian dalam waktu lama kecuali ada keperluan mendesak.

  • Mengantar hingga Pintu: Saat tamu hendak pulang, antarlah mereka hingga ke pintu atau halaman rumah sebagai bentuk penghormatan terakhir.

https://www.canva.com/design/DAG8RgJHc5U/BUzUOUvxikdGxa4v9mjVLQ/edit?utm_content=DAG8RgJHc5U&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

Berikut Penjelasan Materinya👇
Dan Ini Sebagai Vidio Praktik Mengajar 










Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini